The title of your home page Cerpen : Seuntai Kata Cinta Cerpen : Seuntai Kata Cinta
?>
RSS

>>>Toko Online>>>>Toko Online>>>>Toko Online>>>

Cerpen : Seuntai Kata Cinta

Tubuhku seketika lemas.Lututku bergetar hebat.Terasa ada aliran listrik yang menyengat tubuhku.Mendengar pernyataan dokter terhadapku.Ia memvonis hidupku takkan lama lagi.Karena penyakit leukimia yang kuderita kini.Aliran air mataku tak kunjung mereda.Aku mencoba untuk menyekanya.Namun tetap saja,tetesan demi tetesan air mataku semakin deras.Bagaikan hujan di senja hari.

Dessi dan Yoga,sahabat karibku yang tak kenal kata “Menangis”,kini mereka menangis dihadapanku.Yoga menangis menunduk tanpa melirikku sedikit pun.

Dessi mendekatiku.Ia mendekapku erat.Kurasakan baju yang kini kupakai terasa basah dan hangat.Terkena aliran air mata Dessi.

“Sherly...,” ucap Dessi sesenggukan memanggil nama ku.

Kulepaskan pelukannya.Ku sunggingkan senyuman tulus padanya.Kuhapus air matanya yang menggenang di pelupuk matanya.

“Sudahlah,Jangan menangis.Kau terlihat jelek,jika menangis,” hiburku.

“Ly,dalam keadaan ini.Kau masih saja bercanda,” Dessi sedikit meninggikan suaranya.

“Dessi,aku terima keadaan ini.Ya,walaupun aku masih sedikit shock.Tapi,aku bisa berbuat apa?.Mungkin ini jalan takdirku.Toh,ayah dan ibuku saja tak peduli padaku,”

“Tapi Ly,kau terlalu baik.Kau tak pantas mendapatkan cobaan ini.Andaikan saja aku bisa menggantikan posisimu.Aku...,”

“Ssst...,kau tak boleh bicara seperti itu.Aku ikhlas menerima penyakit ini ditubuhku,” Ku letakkan tanganku di pundak Dessi.

“Sherly,,aku sayang padamu.Aku tak mau kehilanganmu,” Dessi berlinang air mata.

“Aku juga sayang padamu,Dessi.Jangan menangis,senyum dong,” Ku sunggingkan senyuman manis pada Dessi.

Dessi pun tersenyum.Namun,senyumannya itu terpancar terpaksa.

“Yang ikhlas dong,kalau senyum.”

Dessi menundukkan kepalanya sebentar.Lalu,Ia mengangkat wajahnya dan tersenyum tulus padaku.

“Nah,gitu dong.Itu baru namanya Dessi”

Aku mendekap tubuh Dessi.Ia pun membalas dekapanku lebih erat lagi, dari dekapan yang pertama.Sampai-sampai dadaku terasa sesak,tak bisa bernafas.Namun,dibalik itu.Dekapannya penuh kehangatan dan kedamaian.

Aku melihat Yoga tak berada lagi diruangan rumah sakit yang kutempati kini.Entah,Ia pergi kemana.


☺☺☺

Di pagi hari yang cerah ini.Dokter membawaku kabar baik.Ya,walaupun bukan tentang penyakitku.Hari ini,Dokter mengizinkanku untuk pulang.Fiuh...,akhirnya aku bisa keluar dari Penjara Nestapa ini.

Rasanya aku tak ingin berlama-lama lagi disini.Rumah sakit ini bagaikan PENJARA kehidupan,bagiku.Walaupun rumah sakit beserta kamarnya di dekorasi seindah dan senyaman mungkin.Aku tetap lebih memilih rumahku.Ialah sumber inspirasiku.


Setibanya dihalaman rumah sakit.Aku langsung menghirup panjang udara sejuk di pagi ini.Aku bagaikan bumi yang kehausan akan kesegaran.Pohon-pohon berjajar rapih di halaman rumah sakit.Menebarkan segumpal oksigen kehidupan.Oh,Tuhan!Ciptaan-Mu ini sungguh indah.Aku akan menikmatinya,sebelum ragaku dicabut oleh Malaikat-Mu.Meninggalkan jejak kenangan.

“Hai,bengong aja.Ayo,mobilnya udah datang tuh.Kamu mau menginap disini?” Dessi mengagetkanku

“Oh..,eh..,engga mau lah,” tolakku.

“Ya sudah,Ayo cepat naik,” ajak Dessi.

Dessi menarik tanganku,kesebuah mobil BMW berwarna silver.Mobil yang tak asing lagi bagiku.Iya,dialah Yoga.Pemilik mobil BMW ini.

Sepanjang perjalanan pulang.Aku,Yoga,dan Dessi hanya saling berdiam.Tak mengeluarkan sepatah katapun.
Tetapi,Dessi akhirnya angkat bicara...,

“Oh iya,aku baru ingat.Kata dokter kamu harus minum obat ini secara teratur” ujar Dessi mengusir keheningan.Ia memberikanku sekantung plastik penuh obat.

“Apa?!Obatnya banyak sekali.Rasanya pasti pahit” ujarku dengan tampang terbelalak dan polos.

“Ya iyalah Ly,obat itu dimana-mana pasti pahit.Yang manis itu syrup sama permen” aku hanya manyun.

Tak terasa sudah sampai di depan gerbang rumahku.Terlihat dari kejauhan, halaman yang terbentang luas.Tak berubah sedikitpun.Dari dekorasinya,tataan tanamannya,dan pohon-pohon rindang yang terdapat di halaman rumahku.Mobil BMW yang di kendarai Yoga pun melesat masuk halaman rumahku.Dan berhenti tepat di depan pintu masuk rumahku.Tak pikir panjang lagi,aku pun langsung berlari secepat kilat memasuki rumahku.Yang sudah kutinggal kira-kira 2 minggu.Rasanya kangen sekali dengan keadaan rumahku.Semoga saja,Ayah dan Ibu sedang ada dirumah.

Saat aku masuk,mbok Odah lah yang menyambutku pertama kali.Bukan Ayah atau Ibu ku.

“Eh,non Sherly sudah pulang.Gimana keadaan non sekarang?Sudah baikkan?” tanya mbok Odah bertubi-tubi.

Aku tak merespon maupun menjawab pertanyaan mbok Odah.Aku hanya celingukan mencari keberadaan Ayah dan Ibu.Sejak tadi,batang hidungnya pun tak terlihat.

“Cari siapa non?” tanya mbok Odah sambil celingukan mengikuti ku.

“Mbok ngapain ikutan celingukan?”tanyaku heran.

“Ngikutin non Sherly” ujar mbok Odah polos.

“Ih,mbok dari dulu engga pernah berubah!.Oia,mana Ayah sama Ibu?Kok engga kelihatan sejak tadi?”

“Oh,cari Tuan dan Nyonya.Tuan dan Nyonya barusan saja pergi.Katanya sih mau ke London.Ada urusan bisnis gitu!”

Huh!Selalu saja mereka lebih mementingkan pekerjaan daripada anaknya sendiri.Anaknya masuk rumah sakit saja,tak menjenguk sedetik pun.Oh,Tuhan!Aku kangen kasih sayang dan perhatian mereka.

“Ayah sama Ibu selalu saja begitu.Apa mereka meninggalkan pesan untukku?Atau mungkin menanyakan keadaanku?”tanyaku

“Engga tuh non.Mbok sudah berkali-kali bicara pada Tuan dan Nyonya, bahwa non masuk rumah sakit.Mereka hanya menjawab 'OH',” jelas mbok Odah

“Apa mbok?Memang benar!Mereka tidak sayang padaku” Kutinggikan volume suaraku dan langsung mengeloyor pergi,meninggalkan mbok Odah yang masih terpaku ditempat.

“Kasian non Sherly.”gumam mbok Odah menggeleng-gelengkan kepalanya.

Aku berlari kecil menuju halaman belakang rumah.Air mataku mengalir untuk kesekian kalinya.

'Fiuh...,memang benar!Ayah dan Ibu tak pernah peduli padaku'batin Sherly seraya menghapus air matanya.

Aku menghentikan langkah panjangku dan terduduk di pelataran halaman belakang rumahku.Ku pandangi alam sekitar.Terlihat sebuah taman yang tampak indah dan tak begitu luas.Bunga-bunga mawar berjajar rapih dan tumbuh subur di taman itu.Angin yang berhembus kencang,menebarkan aroma harum.Ya,aroma itu berasal dari bunga mawarku.
Terdapat juga kupu-kupu membentang sayapnya yang indah.Terlihat corak warna yang berbagai macam.Sungguh tampak anggun.Ia membentangkan sayapnya,terbang kesana-kemari.Ketempat yang mereka inginkan.Dan jikalau ia merasa lelah,ia akan hinggap di suatu tempat.Entah itu di pucuk bunga mawarku,di tembok-tembok,di pohon yang rindang.Melihat kupu-kupu itu,aku merasa sangat iri.Mereka bisa terbang kemana saja ia mau.Bisa hinggap di mana saja ia inginkan.Andaikan aku mempunyai sayap.Aku ingin menggapai bintang yang paling terang.Kan ku berikan kepada seseorang yang spesial di hatiku.Dan itu semua pasti akan terjadi.Karena aku akan meninggalkan dunia yang Fana dan sangat ganas ini.Dan berpijak di bintang yang paling terang dan indah.Melepaskan segala lelah di tubuhku.Melepaskan segala penderitaan di kehidupanku.

“Hai,bengong aja,” Yoga mengagetkanku.Ia duduk di sampingku.

“Eh,kamu yoga.Aku kira siapa.Bikin kaget aja kamu,” ujarku sambil memburatkan senyuman.

'Oh No,senyuman yang sangat ku inginkan.Kini,tampak diwajahmu.Jantungku serasa berdetak lebih kencang'batin Yoga.

“Hello,Kenapa?Kok liatin aku begitu sih?Ada yang salah ya dari wajahku?Atau penampilanku?” Sherly memainkan tangannya dihadapan wajah Yoga.

'Jangan-jangan Yoga tau kalau aku habis menangis!'batin ku

“Eh..,Oh..,Engga papa kok.Engga ada yang salah darimu.Hanya saja,senyumanmu itu membuat gugup,” Yoga keceplosan

'Fiuh..,untung saja.Tapi,apa maksud dengan perkataannya itu?Apa aku salah dengar?'batin ku

“Hah?Apa?!Kamu bilang apa tadi?” tanyaku penuh penasaran.

“Oh..,engga kok.Aku engga ngomong apa-apa.Cuman, itu kupu-kupunya lucu,” Yoga berbohong seraya menunjuk sekumpulan kupu-kupu yang sedang hinggap di pucuk bunga mawarku.

“Oh,aku kira apa,” ujarku dengan tampang kecewa.

'Iya,aku kecewa.Harusnya Yoga mengulangi perkataannya itu.Agar aku tak tampak ke GR-an.Kalau saja yang aku dengar itu benar adanya.Pasti aku akan terbang ke angkasa biru.Dan tak mungkin balik lagi.Karena aku memang suka pada Yoga' batinku

Tiba-tiba,Yoga membalikkan badannya.Menghadap ke arahku.Yoga meraih tanganku lembut.Dan menggenggam tanganku erat.Aku mencoba mengelak.Namun tak bisa.Tenaganya tak sebanding dengan tenagaku yang lemah ini.

“Sherly,kalau aku boleh jujur.Aku ingin sekali mengungkapkan perasaanku padamu.Aku sudah tak bisa memendamnya lagi,” ujar Yoga yang membuatku bingung.

“Maksud kamu apa ga?Aku benar-benar tak mengerti” ujarku

“Aku sayang padamu.Sayangku ini melebihi sayang ke seorang sahabat,” jelasnya.Namun,aku masih bingung dengan perkataannya.

“Maksud kamu apa sih ga?Aku semakin tidak mengerti.To the point aja deh,” ujarku.

“Aku sayang dan cinta sama kamu,”

Aku melepaskan genggamannya dengan kasar.Dan mengalihkan pandanganku ke arahnya.

“Kenapa Ly?”

Aku menunduk.Tak terasa air mataku mulai mengaliri dan membasahi kedua pipiku.

“Aku engga bisa yog.Jika aku pergi,kamu akan sakit hati.Aku engga mau membuatmu sakit hati saat ku pergi.Kamu tau yog?Aku hanya perempuan yang berpenyakitan.Aku tak pantas untukmu.Carilah perempuan yang lebih sempurna dariku,” ucapku sesenggukan.

Yoga memegang kedua pipi Sherly.Wajahnya kini menghadap ke arah Yoga.Tetapi,Sherly masih saja menunduk.

“Sherly,tatap mataku!” Yoga meninggikan suaranya.Namun,Sherly masih saja menunduk.

“Sherly,Please!Tatap mataku,”

Sherly pun menatap mata Yoga.Kedua mata Sherly kini terlihat sembab.

“Sherly,bagiku kamu adalah perempuan yang paling sempurna.Aku tak menganggapmu sebagai perempuan yang berpenyakitan.Aku menganggap mu seperti perempuan yang lain.Yang mempunyai tujuan hidup dan semangat hidup.Kamu pantas untukku.Siapa yang bilang kau tak pantas untukku?Walaupun hidupmu di vonis oleh dokter,tak lama lagi.Aku tetap mencintaimu tulus,Ly.Yang menentukkan kapan hidup dan matinya seseorang hanya Allah.Bukan dokter.Aku hanya ingin jawaban yang jujur,Ly.Dari lubuk hatimu yang paling dalam.Dari hati kecilmu,Ly.” ujar Yoga meyakinkanku.

Aku tak bisa lagi berkata apapun.Aku hanya bungkam seribu bahasa.

“Jawab aku Ly,” tagih Yoga.

“Iya,aku akan jawab yang jujur.Ini dari lubuk hatiku,dari hati kecilku.Aku menyanyangimu Yoga,Aku mencintaimu,Aku suka padamu.Melebihi sayang dan cinta kepada sahabat.Puas kamu?Hah?!” ujarku berlinang air mata.

Yoga tersenyum lebar.Ia mendekapku erat,sangat erat.Terasa kedamaian,kehangatan,dan kenyamanan dalam dekapannya.

☺☺☺

Setiap detik,setiap menit,setiap jam,dan setiap hari.Yoga selalu berada disampingku.Mendengarkan semua keluh kesahku.Berbagi suka dan duka padanya.Aku sangat beruntung mendapatkan Yoga.Yoga selalu memberiku arti kehidupan,selalu mengajarkanku apa itu kehidupan?.Yoga selalu berkata “Hidup itu hanya sementara.Walaupun raga dan jiwa kita terpisah selamanya.Namun,hatimu akan selalu disini,dihatiku selamanya.Janganlah kamu menangis.Tersenyumlah.Berikanlah hal yang terbaik dan takkan mudah dilupakan oleh orang disekitarmu.Mereka pasti mengenangmu selamanya.Kerjakanlah yang menurutmu bermanfaat bagimu dan orang disekitarmu.Aku yakin,kau pasti akan melupakan sedikit masalahmu.Walaupun hanya sementara.Hidupmu akan lebih berarti.Dan kamu tidak akan merasakan hidupmu itu sempit.Sesempit daun kelor.” .Ya,semua yang dikatakan Yoga itu benar.Aku harus tetap terseyum.Aku harus melakukan hal yang terbaik untuk orang disekitarku.Aku harus membuat mereka bangga padaku.Dan aku harus buktikan kepada kedua orang tua ku.Bahwa aku bukanlah orang yang gampang putus asa.Bahwa aku bukanlah orang yang cengeng.Bahwa aku bukanlah orang yang manja.Aku harus buktikan!!.

Dengan memegang sebuah keyakinan.Aku mendaftarkan diri mengikuti sebuah 'Kontes Music'.Setiap hari,aku terus berlatih.Memantapkan bakat bernyanyiku serta permainan pianoku.Akhirnya, perjuanganku ini tak sia-sia.Aku dapat mengalahkan seluruh peserta yang sangat berbakat.Dari seluruh ibu kota di Indonesia.Kini tinggal aku dan Winna.Peserta yang bertahan bersamaku.Aku harus mengalahkannya.Aku yakin,aku pasti bisa.Ibu,Ayah,Dessi,dan Yoga.Aku akan buktikan,bahwa aku bukanlah perempuan yang mudah menyerah!.Aku akan membuat kalian bangga padaku!!!.

Hari ini,tepat hari ulang tahunku.Tanggal 28 July.Aku berjalan menuju ke Gedung Trans TV.Hari ini,aku dan Winna akan merebutkan juara Pertama.Dan merebutkan hadiah uang dengan total nilai Rp.100.000.00-,.Semoga saja,di hari ulang tahunku ini,aku mendapatkan keberuntungan.Dan memenangkan lomba ini.Amin.

Aku sudah bersiap diatas panggung.Dengan gaun berwarna merah muda.Dan bando pita yang menghiasi rambutku.Aku memulai memainkan tuts tuts piano,diiringi dengan suara tepukan yang meriah dari para penonton.Disana sudah ada Ayah,Ibu,Yoga,dan Dessi.Ayah dan Ibu sudah tahu tentang penyakitku ini.Karena,Dessi menceritakannya kepada orang tua ku.

(Nano-Aku Bukan Malaikat)

* Aku bukan malaikat,
Selalu disamping mu,
Mendengar semua hasrat dihatimu,

Dan tak perlu bicara,
Dan aku harus tau,
Apa yang kau mau,

Bila aku bisa selalu disampingmu,
Kulakukan semua apa yang kau minta,
Dan kugenggam dunia hanya untukmu,
Takkan ku lepas selamanya...*

Seketika aku menghentikan bernyanyi dan bermain pianoku.Aku melihat ekspresi para penonton termasuk sahabat,pacarku,dan keluargaku terlihat bingung.Aku merasakan sebuah hantaman keras dikepalaku.Yang membuatku sangat pusing.Darah mulai mengalir perlahan, keluar dari hidungku.Aku mencoba menyekanya,namun tak bisa.Pandanganku seketika terlihat kabur,sangat tak jelas.Aku mencoba melototkan mataku,tapi tetap saja.Pandanganku semakin samar-samar dan kemudian gelap gulita.

Ternyata,hari itu adalah hari terakhir Sherly hidup di Dunia yang Fana ini.Sebelumnya,Sherly sempat dilarikan ke Rumah Sakit Parang.Namun,Allah berkehendak lain.Allah mencabut nyawanya,disaat semua orang disekitarnya mulai bangga padanya.Ayah dan Ibu Sherly pun merasa bersalah.Karena,tidak memperdulikan Sherly selama Sherly hidup.Mereka hanya mementingkan sebuah pekerjaan dan harta kekayaan yang tidak selalu membuat hidup bahagia.Tapi,apa boleh buat?Kini nasi sudah menjadi bubur.Dan tidak akan mungkin bisa diubah lagi.Hanya tinggal penyesalan yang menghantui benak Ayah dan Ibu Sherly.

Kini,tubuh Sherly terbaring kaku di tempat pembaringan terakhirnya.Meninggalkan beribu kenangan,beribu kesedihan,dan beribu kebanggaan.

Sherly,aku bangga padamu.Ternyata,kamu menang dalam lomba 'Kontes Music'.Sungguh,aku sangat bangga padamu.Aku sangat beruntung mempunyai pacar sepertimu.Kamu sungguh perempuan yang sangat sempurna.Sherly,kamu sangat tegar dan kuat.Bagaikan batu karang.Walaupun batu karang tersebut di hempaskan beribu badai,Ia tetap kuat.Sepertimu Sherly.Sherly, ku berikan kau SEUNTAI KATA CINTA yang tulus padamu.Walaupun hanya seuntai,tapi aku akan mengucapkannya setiap hari untukmu.Dan aku janji,aku akan selalu mengirimkanmu doa,senyuman,dan seikat bunga mawar.Sherly,aku menyayangimu.Kau akan selalu dihatiku,seperti yang pernah ku katakan padamu.Aku yakin,kau berada di salah satu bintang yang paling terang disana.Dan aku juga yakin,kau pasti bahagia disana.I ♥ U,Sherly and happy birthday for you,my princess....


>TH£ END<



Karya : Apriliany Halimatus Sa'diyyah

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

villa apsara seminyak mengatakan...

sungguh cerita yang sangat menginspirasi kita semua betapa setianya seseorang dengan kekasih yang dicintainya walaupun ia mengetahui kekasihnya akan pergi.

Posting Komentar